Mengukuhkan Iman: Soal dan Jawaban Aqidah Kelas 11 Semester 1 Lengkap
Pendahuluan
Aqidah adalah pondasi utama dalam ajaran Islam. Ia merupakan keyakinan kokoh yang tertanam dalam hati seorang Muslim tentang Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Mempelajari aqidah bukan sekadar menghafal definisi, melainkan mendalami pemahaman agar keyakinan tersebut menjadi motor penggerak dalam setiap aspek kehidupan.
Bagi siswa kelas 11, pelajaran aqidah di semester 1 umumnya berfokus pada penguatan konsep tauhid (pengesaan Allah) dalam berbagai dimensinya, serta iman kepada rukun iman lainnya secara lebih mendalam. Artikel ini disusun untuk membantu Anda menguasai materi tersebut melalui serangkaian soal pilihan ganda dan esai, lengkap dengan jawabannya. Tujuan utamanya adalah mengukur pemahaman Anda dan memberikan panduan belajar yang efektif.
Bagian 1: Konsep Dasar Aqidah dan Urgensinya
A. Pilihan Ganda
-
Secara etimologi, kata "Aqidah" berasal dari bahasa Arab yang berarti ….
a. Ilmu pengetahuan
b. Perjanjian
c. Ikatan, simpul, atau keyakinan kuat
d. Hukum Islam
Jawaban: c. Ikatan, simpul, atau keyakinan kuat
Penjelasan: Kata "Aqidah" (عقيدة) berasal dari akar kata ‘aqada (عقد) yang berarti mengikat, menyimpulkan, atau menguatkan. Dalam konteks terminologi, ia merujuk pada keyakinan yang mengikat hati. -
Berikut ini yang BUKAN termasuk urgensi (pentingnya) mempelajari ilmu aqidah adalah ….
a. Sebagai dasar atau pondasi agama Islam
b. Membimbing perilaku manusia agar sesuai dengan syariat
c. Melindungi dari kesesatan dan penyimpangan akidah
d. Membantu seseorang meraih kekayaan materi
Jawaban: d. Membantu seseorang meraih kekayaan materi
Penjelasan: Urgensi aqidah adalah untuk membentuk keyakinan yang benar, membimbing akhlak, dan menjaga seseorang dari kesesatan, bukan untuk tujuan duniawi seperti kekayaan materi. -
Sumber utama dan pertama dalam penetapan aqidah Islam adalah ….
a. Akal dan logika
b. Al-Qur’an dan As-Sunnah
c. Pendapat para ulama
d. Tradisi dan kebudayaan
Jawaban: b. Al-Qur’an dan As-Sunnah
Penjelasan: Aqidah Islam bersifat tauqifi, artinya hanya bisa ditetapkan berdasarkan dalil-dalil syar’i dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, bukan berdasarkan akal semata atau tradisi.
B. Esai
- Jelaskan secara ringkas pengertian aqidah Islam dan mengapa aqidah disebut sebagai pondasi agama!
Jawaban:
Aqidah Islam adalah keyakinan atau keimanan yang teguh dan tidak tergoyahkan dalam hati seorang Muslim terhadap Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar-Nya. Aqidah disebut sebagai pondasi agama karena ia merupakan dasar atau landasan bagi seluruh ajaran Islam lainnya. Ibarat sebuah bangunan, aqidah adalah fondasinya. Jika fondasinya tidak kuat atau rusak, maka bangunan di atasnya (yaitu ibadah dan akhlak) akan mudah roboh atau tidak bernilai. Semua amal perbuatan, baik ibadah maupun muamalah, baru akan diterima di sisi Allah jika didasari oleh aqidah yang benar dan lurus. Tanpa aqidah yang shahih, ibadah sebanyak apapun tidak akan memiliki arti di hadapan Allah.
Bagian 2: Tauhid (Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Sifat) dan Syirik
A. Pilihan Ganda
-
Mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya seperti menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, dan mengatur alam semesta disebut tauhid ….
a. Uluhiyah
b. Asma wa Sifat
c. Rububiyah
d. Hakimiyah
Jawaban: c. Rububiyah
Penjelasan: Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Penguasa, Pencipta, Pemberi Rezeki, Pengatur) alam semesta. -
Bentuk tauhid yang paling penting dan menjadi inti dakwah para rasul adalah tauhid ….
a. Rububiyah
b. Uluhiyah
c. Asma wa Sifat
d. Hakimiyah
Jawaban: b. Uluhiyah
Penjelasan: Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah dalam segala bentuk ibadah (doa, salat, puasa, haji, nazar, sembelihan, tawakal, dll.). Ini adalah tujuan utama penciptaan jin dan manusia, serta inti dakwah seluruh Nabi dan Rasul. -
Keyakinan bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat yang sempurna, serta menetapkan bagi Allah apa yang telah Allah tetapkan bagi diri-Nya dan meniadakan apa yang Allah tiadakan bagi diri-Nya tanpa tahrif (penyimpangan), ta’thil (penolakan), takyif (menggambarkan), dan tamtsil (menyerupakan) disebut tauhid ….
a. Rububiyah
b. Uluhiyah
c. Asma wa Sifat
d. Qada wa Qadar
Jawaban: c. Asma wa Sifat
Penjelasan: Tauhid Asma wa Sifat adalah meyakini keesaan Allah dalam nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, sesuai dengan pemahaman salafus shalih. -
Perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam Rububiyah, Uluhiyah, atau Asma wa Sifat-Nya disebut ….
a. Maksiat
b. Bid’ah
c. Syirik
d. Kufur
Jawaban: c. Syirik
Penjelasan: Syirik adalah dosa terbesar dalam Islam karena ia berarti menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah. -
Syirik yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menyebabkan kekal di neraka jika meninggal dalam keadaan tersebut adalah ….
a. Syirik Ashgar (kecil)
b. Syirik Akbar (besar)
c. Syirik Khafi (tersembunyi)
d. Syirik Lafdzi (ucapan)
Jawaban: b. Syirik Akbar (besar)
Penjelasan: Syirik Akbar adalah menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam hal-hal yang merupakan hak khusus Allah, seperti menyembah berhala, berdoa kepada selain Allah, atau mengimani adanya pencipta lain selain Allah. Dosa ini tidak diampuni jika pelakunya meninggal dalam keadaan belum bertaubat.
B. Esai
-
Jelaskan perbedaan antara Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, serta berikan contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari!
Jawaban:- Tauhid Rububiyah: Adalah pengakuan dan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, Pemberi Rezeki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan alam semesta beserta segala isinya. Ini adalah pengesaan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Kebanyakan orang, bahkan kaum musyrikin di zaman Nabi pun mengakui tauhid Rububiyah ini.
- Contoh Aplikasi: Seseorang yang meyakini bahwa hanya Allah yang mampu menyembuhkan penyakitnya setelah berusaha berobat, atau meyakini bahwa rezeki datang dari Allah semata, meskipun ia bekerja keras. Ia mengakui kekuasaan mutlak Allah atas segala sesuatu.
- Tauhid Uluhiyah: Adalah pengakuan dan keyakinan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya Dzat yang berhak disembah dan diibadahi. Ini adalah pengesaan Allah dalam perbuatan hamba, yaitu ibadah. Tauhid inilah yang menjadi inti dakwah seluruh Nabi dan Rasul, dan banyak kaum musyrikin yang menolaknya.
- Contoh Aplikasi: Seseorang yang hanya berdoa kepada Allah, tidak meminta kepada kuburan atau orang mati. Ia hanya menyembah Allah dalam salatnya, berpuasa karena Allah, dan bertawakal hanya kepada Allah dalam setiap urusannya, tidak kepada jimat atau benda-benda keramat.
- Tauhid Rububiyah: Adalah pengakuan dan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, Pemberi Rezeki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan alam semesta beserta segala isinya. Ini adalah pengesaan Allah dalam perbuatan-perbuatan-Nya. Kebanyakan orang, bahkan kaum musyrikin di zaman Nabi pun mengakui tauhid Rububiyah ini.
-
Jelaskan apa itu syirik akbar dan syirik ashgar beserta masing-masing contohnya!
Jawaban:- Syirik Akbar (Syirik Besar): Adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, baik dalam Rububiyah, Uluhiyah, maupun Asma wa Sifat-Nya, yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dosa ini tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat.
- Contoh:
- Menyembah berhala, patung, pohon, batu, atau benda-benda keramat lainnya.
- Berdoa atau memohon pertolongan kepada selain Allah (misalnya kepada wali, jin, atau orang mati).
- Bernazar atau menyembelih hewan untuk selain Allah.
- Meyakini adanya kekuatan gaib selain Allah yang dapat memberi manfaat atau mudarat.
- Contoh:
- Syirik Ashgar (Syirik Kecil): Adalah perbuatan atau keyakinan yang mengandung unsur kesyirikan tetapi tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Meskipun demikian, syirik ashgar adalah dosa besar yang dapat menghapus pahala amal perbuatan.
- Contoh:
- Ria’ (pamer): Melakukan amal ibadah dengan tujuan dilihat atau dipuji orang lain, bukan murni karena Allah. Misalnya, memperbagus salat ketika ada orang lain melihat.
- Bersumpah dengan selain nama Allah: Seperti bersumpah demi Nabi, demi orang tua, atau demi kehormatan. (Contoh: "Demi Allah," ini boleh, tapi "Demi bapakku," ini syirik ashgar).
- Memakai jimat atau rajah: Dengan keyakinan bahwa benda tersebut dapat memberikan perlindungan atau keberuntungan.
- Mengucapkan kalimat "Kalau bukan karena Allah dan kamu…": Kalimat yang menyamakan kekuatan Allah dengan makhluk, meskipun tidak bermaksud demikian (yang benar: "Kalau bukan karena Allah, kemudian karena kamu…").
- Contoh:
- Syirik Akbar (Syirik Besar): Adalah perbuatan menyekutukan Allah SWT dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, baik dalam Rububiyah, Uluhiyah, maupun Asma wa Sifat-Nya, yang dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam. Dosa ini tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat.
Bagian 3: Iman kepada Allah dan Sifat-sifat-Nya
A. Pilihan Ganda
-
Sifat wajib bagi Allah yang berarti "ada" adalah ….
a. Qidam
b. Baqa’
c. Wujud
d. Mukhalafatuhu lil hawaditsi
Jawaban: c. Wujud
Penjelasan: Wujud berarti Allah itu ada, dan keberadaan-Nya adalah mutlak, tidak bergantung pada apapun. -
Sifat wajib bagi Allah yang menunjukkan bahwa Allah tidak sama dengan makhluk-Nya dalam segala hal adalah ….
a. Qidam
b. Baqa’
c. Qiyamuhu binafsihi
d. Mukhalafatuhu lil hawaditsi
Jawaban: d. Mukhalafatuhu lil hawaditsi
Penjelasan: Mukhalafatuhu lil hawaditsi berarti Allah berbeda dengan makhluk-Nya, tidak ada satu pun makhluk yang serupa dengan-Nya.
B. Esai
- Sebutkan minimal 5 (lima) sifat wajib bagi Allah SWT beserta artinya!
Jawaban:- Wujud: Ada. Allah adalah Dzat yang keberadaannya mutlak, tidak didahului oleh ketiadaan dan tidak akan berakhir dengan ketiadaan.
- Qidam: Terdahulu/Awal. Allah adalah Dzat yang ada sebelum segala sesuatu ada, tidak ada permulaan bagi-Nya.
- Baqa’: Kekal/Abadi. Allah adalah Dzat yang tidak akan binasa atau musnah, keberadaan-Nya tidak berkesudahan.
- Mukhalafatuhu lil Hawaditsi: Berbeda dengan makhluk. Allah tidak serupa dengan makhluk-Nya dalam segala hal, baik zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.
- Qiyamuhu Binafsihi: Berdiri sendiri. Allah adalah Dzat yang tidak membutuhkan kepada siapapun dan apapun, justru segala sesuatu membutuhkan-Nya.
- Wahdaniyah: Esa/Satu. Allah adalah Dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.
Bagian 4: Iman kepada Malaikat, Kitab, dan Rasul
A. Pilihan Ganda
-
Makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya, selalu patuh dan tidak pernah membangkang adalah ….
a. Jin
b. Manusia
c. Malaikat
d. Setan
Jawaban: c. Malaikat
Penjelasan: Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, tidak memiliki nafsu, dan selalu taat menjalankan perintah Allah. -
Berikut ini adalah nama-nama kitab suci yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya, KECUALI ….
a. Taurat
b. Zabur
c. Injil
d. Hadis
Jawaban: d. Hadis
Penjelasan: Hadis adalah perkataan, perbuatan, atau ketetapan (taqrir) Nabi Muhammad SAW, bukan kitab suci yang diturunkan Allah. -
Rasul Ulul Azmi adalah rasul-rasul pilihan yang memiliki ketabahan dan kesabaran luar biasa dalam menghadapi tantangan dakwah. Berikut ini yang BUKAN termasuk rasul Ulul Azmi adalah ….
a. Nabi Nuh AS
b. Nabi Ibrahim AS
c. Nabi Musa AS
d. Nabi Harun AS
Jawaban: d. Nabi Harun AS
Penjelasan: Rasul Ulul Azmi ada lima: Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.
B. Esai
-
Sebutkan tugas-tugas dari 4 (empat) malaikat utama yang wajib diketahui oleh seorang Muslim!
Jawaban:- Malaikat Jibril: Bertugas menyampaikan wahyu Allah SWT kepada para nabi dan rasul.
- Malaikat Mikail: Bertugas mengatur dan membagikan rezeki kepada seluruh makhluk Allah, termasuk menurunkan hujan.
- Malaikat Israfil: Bertugas meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat dan hari kebangkitan.
- Malaikat Izrail: Bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk hidup.
-
Jelaskan fungsi dan hikmah diturunkannya kitab-kitab suci Allah bagi umat manusia!
Jawaban:
Fungsi dan hikmah diturunkannya kitab-kitab suci Allah bagi umat manusia antara lain:- Sebagai petunjuk hidup (hidayah): Kitab suci berisi ajaran-ajaran yang membimbing manusia untuk menjalani kehidupan yang benar dan lurus, sesuai dengan kehendak Allah.
- Sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil: Kitab suci menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga manusia memiliki standar nilai yang jelas.
- Sebagai peringatan dan kabar gembira: Kitab suci memperingatkan manusia tentang azab bagi yang durhaka dan memberikan kabar gembira tentang pahala dan surga bagi yang taat.
- Sebagai mukjizat para rasul: Beberapa kitab suci juga berfungsi sebagai mukjizat yang membuktikan kebenaran kenabian rasul yang membawanya.
- Membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat: Dengan mengikuti petunjuk kitab suci, manusia dapat meraih kebahagiaan sejati di dunia maupun di akhirat.
- Menjelaskan tujuan penciptaan manusia: Kitab suci menjelaskan mengapa manusia diciptakan dan apa tujuan hidup mereka di dunia ini.
Bagian 5: Iman kepada Hari Akhir, Qada dan Qadar
A. Pilihan Ganda
-
Percaya akan adanya kehidupan setelah mati, hari perhitungan amal, surga dan neraka, merupakan bagian dari rukun iman yang disebut iman kepada ….
a. Hari Akhir
b. Malaikat
c. Rasul
d. Kitab
Jawaban: a. Hari Akhir
Penjelasan: Iman kepada hari akhir mencakup keyakinan akan segala peristiwa setelah kematian hingga kehidupan abadi di surga atau neraka. -
Ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak zaman azali (sebelum diciptakan alam semesta) bagi seluruh makhluk-Nya disebut ….
a. Qadar
b. Qada
c. Ikhtiar
d. Tawakal
Jawaban: b. Qada
Penjelasan: Qada adalah ketetapan atau keputusan Allah yang bersifat azali (sejak dahulu kala). -
Perwujudan atau realisasi dari ketetapan Allah SWT (qada) yang terjadi pada waktu tertentu sesuai dengan kehendak-Nya disebut ….
a. Qadar
b. Qada
c. Ikhtiar
d. Tawakal
Jawaban: a. Qadar
Penjelasan: Qadar adalah perwujudan atau realisasi dari qada. Misalnya, qada-nya Allah menetapkan seseorang akan meninggal, qadar-nya adalah kapan dan bagaimana kematian itu terjadi.
B. Esai
-
Sebutkan minimal 3 (tiga) hikmah beriman kepada Hari Akhir bagi seorang Muslim!
Jawaban:
Hikmah beriman kepada Hari Akhir antara lain:- Meningkatkan ketakwaan dan kehati-hatian: Keyakinan akan adanya hari perhitungan dan pembalasan membuat seorang Muslim lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan, ucapan, dan pikirannya, serta berusaha menjauhi maksiat.
- Mendorong untuk beramal saleh: Kesadaran bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan ada kehidupan abadi di akhirat akan memotivasi seseorang untuk memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal.
- Memberikan ketenangan jiwa: Bagi orang beriman, musibah dan kesulitan di dunia akan dihadapi dengan sabar karena yakin ada balasan yang lebih baik di akhirat. Kesenangan dunia tidak akan membuatnya lalai karena tahu itu sementara.
- Menghilangkan sifat sombong dan tamak: Dengan mengingat kematian dan hari pembalasan, seseorang akan sadar bahwa semua yang dimiliki di dunia ini hanyalah titipan dan tidak ada artinya di hadapan Allah.
- Meningkatkan rasa syukur: Kesadaran akan nikmat-nikmat Allah yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat mendorong seseorang untuk lebih bersyukur.
-
Jelaskan hubungan antara qada dan qadar dengan ikhtiar (usaha) dan tawakal!
Jawaban:
Iman kepada qada dan qadar bukanlah berarti pasrah tanpa usaha. Justru sebaliknya, iman ini harus mendorong seorang Muslim untuk berikhtiar semaksimal mungkin, kemudian bertawakal kepada Allah.- Qada dan Qadar: Merupakan ketetapan dan ketentuan Allah yang mutlak, meliputi segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk nasib manusia. Manusia tidak mengetahui qada dan qadar Allah sebelum itu terjadi.
- Ikhtiar (Usaha): Adalah kewajiban seorang Muslim untuk berusaha keras dan melakukan yang terbaik dalam mencapai tujuan. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berikhtiar dan tidak berputus asa. Usaha ini adalah bagian dari takdir Allah juga. Seseorang yang menginginkan keberhasilan harus bekerja keras, yang menginginkan kesembuhan harus berobat, dan sebagainya.
- Tawakal: Adalah menyerahkan segala hasil setelah berikhtiar maksimal kepada Allah SWT. Tawakal bukan berarti tidak berusaha, melainkan menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan segala upaya yang diizinkan syariat.
Hubungannya: Seorang Muslim harus meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah takdir Allah (qada dan qadar), namun ia juga diperintahkan untuk berikhtiar dan tidak bermalas-malasan. Setelah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, barulah ia bertawakal kepada Allah, menerima apapun hasilnya dengan lapang dada, karena itu adalah kehendak terbaik dari Allah. Jadi, iman kepada qada dan qadar tidak menghilangkan keharusan berikhtiar, melainkan menyempurnakan ikhtiar dengan tawakal.
Penutup
Materi aqidah adalah jantung keimanan seorang Muslim. Melalui soal-soal dan jawaban di atas, diharapkan Anda tidak hanya mengingat definisi, tetapi juga memahami esensi dari setiap rukun iman. Penguasaan aqidah yang kokoh akan membimbing Anda dalam menjalani kehidupan, menjauhkan dari kesesatan, serta menguatkan ibadah dan akhlak. Teruslah belajar, berdiskusi, dan memohon petunjuk dari Allah SWT agar keimanan Anda senantiasa bertambah dan mengakar kuat dalam jiwa. Semoga artikel ini bermanfaat dalam perjalanan belajar Anda.


